Jumat, 29 Januari 2021

Jomblo Super

 


Menikah tidak memiliki batasan kapan waktunya, tidak mengharuskan usia tertentu, tetapi menyegerakannya merupakan keutamaan yang tidak boleh disepelekan dan diabaikan, apalagi jika kita hidup di zaman yang penuh fitnah ini, dimana ikhtilat kehidupan campur-baur antara lawan jenis sudah tidak ada lagi batasan dan tidak bisa lagi dihindari kecuali oleh orang-orang yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala yang diberi ilmu dan taufiq sehingga bisa menjaga diri dan menjaga jarak dari lawan jenis yang bukan mahram. Firman Rabb selalu terngiang syahdu dalam benaknya,

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."  (QS. Al Isra’ : 32)

Segala sebab dan jalan yang bisa mendekatkannya kepada zina, ia jauhi, ia hindari. Boleh jadi memang saat ini masih jomblo, belum ada tangan untuk digenggam, belum ada bahu untuk bersandar, tapi selalu ingat bahwa masih ada lantai untuk bersujud di hadapNya. Sibuk mendekatkan diri kepadaNya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

"Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah, pada hari dimana tidak ada naungan selain naunganNya. Yaitu; Seorang imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berjumpa karenaNya dan juga berpisah karenaNya, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu ia menolak seraya berkata, 'Aku takut kepada Allah.' Dan seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya. Dan yang terakhir adalah seorang yang menetes air matanya saat berzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam kesunyian." (HR. Muslim)

Jomblo bukanlah aib bagi seorang muslim, tapi justru menjadi kesempatan untuk terus memperbaiki diri sebelum tiba masanya berumahtangga. Ia sadar, bahwa dirinya sendiri merupakan pondasi untuk rumahtangganya kelak, sehingga ia harus kuat dan kokoh, memiliki iman setebal baja. Karena berumahtangga bukanlah sekedar melepas status lajang, kemudian berpindah menjadi status nikah. Disana ada tanggung jawab yang besar, yaitu membangun umat. Maka sebelum hal itu terwujud, sudah barangtentu sang nahkoda harus memiliki persiapan yang matang, terutama dalam 3 segi; materi, ilmu dan keta'atan. 3 hal ini menjadi pilar penting bagi seorang nahkoda, bagi seorang kepala rumahtangga. Dengan materi, ia bisa menafkahi, dengan ilmu, ia bisa mendidik, dan dengan keta'atan, ia bisa menjadi imam.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Lelaki adalah qawwam (pemimpin) bagi wanita, oleh karena Allah telah melebihkannya diatas istrinya, dan oleh karena ia telah menafkahkan hartanya.” (QS. An Nisa : 34)

Aqad nikah merupakan janji kuat yang diikrarkan seorang lelaki di hadapan RabbNya yang disebut mitsaqun ghalizh, yang artinya bahwa berumahtangga harus menjadi ibadah sepanjang waktu; susah-senang, duka-bahagia, derita-ceria, ia harus tetap setia pada janjinya kepada Allah, dengan menghalalkan seorang wanita, maka ia harus siap dengan segala konsekwensi ke depannya. Yaitu memenuhi kewajibannya sebagi kepala rumahtangga dan menunaikan hak-hak istri dan juga anak-keturunan darinya.

وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

“Dan mereka (istri-istri) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) darimu.” (QS. An Nisa : 21)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لم ير للمتحابين مثل النكاح

"Tidak ada solusi bagi dua orang yang saling mencintai, melainkan keduanya harus menikah." (HR. Ibnu Majah, dengan derajat shahih menurut Al Albani)

Jika sudah ada wanita yang cocok dengan hati, dan ia pun cocok dengan anda, maka menunggu apalagi. Halalkan dan sahkan. Ajak ia beribadah, membangun cinta dalam mahligai rumahtangga. Itulah seindah-indah cinta. Jomblo super, ya menghalalkan, bukan menggantungkan. Itu! #Joss

Demikian, semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar