Jumat, 29 Januari 2021

Hayya 'Alal Falaah!

 


Sukses itu penting, tapi bersyukur itu jauh lebih sukses. Maka bersyukurlah atas segala capaian, dan berterimakasihlah kepada diri sendiri. Meski hasil tak seperti yang diharapkan, namun setidaknya sudah ada usaha yang ditempuh. Menghargai diri sendiri adalah bagian daripada rasa syukur kepadaNya. Dan ingatlah, bahwa usaha baik itu tidak akan pernah sia-sia. Pasti, ia akan menemukan jalan mulianya.

Jangan pernah merasa lemah ketika kita gagal dalam/setelah berusaha, tapi hendaklah kita mengambil pelajaran dan hikmah; bahwa dari situlah kita bisa mengetahui seberapa tangguhkah diri kita sebenarnya; segera bangkit atau tetap terpuruk?!

Kegagalan bukanlah hambatan, tapi dia merupakan sebuah peluang agar kita bisa lebih kreatif lagi dalam menemukan cara untuk mencapai tujuan (sukses).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpesan kepada kita,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ

“Bersemangatlah untuk memperoleh sesuatu yang bermanfa’at untukmu, dan minta pertolonganlah kepada Allah dan janganlah bersikap lemah.” (HR Muslim)

Dan Allah subhanahu wata’ala pun memotivasi kita, agar kita bisa lebih memahami suatu keadaan/kondisi,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu adalah baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu adalah buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqoroh : 216)

Bukan kegagalan yang harus kita persoalkan, tapi diri kita. Bagaimana kita menyikapinya.

Kegagalan ibarat kopi pahit yang membuat melek mata kita di tengah malam, kita akan selalu bangkit dan tidak akan tertidur.

Kegagalan bukanlah suatu kekalahan, tapi kita akan menjadi orang yang kalah ketika kegagalan itu membuat kita berhenti dari berusaha.

Tetap berusaha, tapi coba dengan cara yang berbeda, karena kerapkali kegagalan itu menyusup pada cara-cara kita yang sama.

Tutuplah telinga jika kita mendengar suara-suara yang melemahkan semangat.

Cukuplah suara hati kita yang mendorong kita untuk tampil maju, lebih maju lagi, dan lebih maju lagi, karena motivasi yang terbaik adalah yang dibangun dari keyakinan hati. It’s IMAN. So, “Majuuuuu!” Hayya ‘alal falaah!

Demikian, semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar