Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk saat sebelum ia melangkah ke jenjang pernikahan. Karena pernikahan adalah suatu ibadah sakral yang benar-benar harus dipersiapkan secara matang. Tidak boleh bercanda dan dianggap remeh.
ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالرَّجْعَةُ
“Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius: nikah, cerai dan rujuk.” (HR. Tirmidzi, dengan derajat shahih menurut Al Albani) )
Dan merupakan persiapan yang paling penting adalah tazkiyatunnafs, yaitu merubah diri menjadi pribadi lebih baik, lebih berakhlak dan lebih ber-Tuhan, artinya lebih dekat dengan Allah subhanahu wata’ala. Maka sejenak renungkanlah, boleh jadi saat ini kamu benci dengan kejombloanmu, padahal itu adalah kebaikan bagimu. Kamu masih punya kesempatan untuk lebih banyak berbakti dan perhatian kepada kedua orangtua dan juga lebih fokus untuk memperbaiki diri.
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
“Dan boleh jadi kamu benci terhadap sesuatu, padahal itu adalah baik bagimu. Dan boleh jadi kamu suka terhadap sesuatu, padahal itu adalah buruk bagimu. Dan Allah Mahamengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216)
Kejombloan yang begitu panjang, jangan diratapi dan digerutui, tapi jadikan fase tersebut sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Merubah diri menjadi pribadi yang lebih bernilai di segala sisi; agama dan dunia. Terhormat dan bermartabat.
Jangan sampai terpengaruh dengan lingkungan sekitar yang banyak mempertontonkan hubungan ala rimba, bebas berpacaran dan berhubungan tanpa ikatan yang sah. Mengatasnamakan cinta, padahala itu adalah nafsu. Seburuk apa pun lingkungan, kau bisa mencontoh belut. Hidup di alam lumpur yang kotor, namun tak sedikit pun lumpur itu menempel di tubuhnya, ia tetep kinclong bersih. Masyaallah.. mantap dan hebat kan?!
Ingatlah, bahwa tak ada kata cinta yang paling indah selain kata sah. Disitulah cinta menjadi halal dan disitulah canda-ria menjadi ibadah.
تُلَاعِبُهَا وَتُلَاعِبُكَ
“Kamu mencandainya dan dia mencandaimu.” (HR. Muslim)
Fokuslah pada hal-hal yang bisa menjadikanmu lebih baik dan menjadikan masa depanmu terang benderang. Kejombloanmu harus menjadi ibadahmu, karena disitulah kamu menjaga diri dari hal-hal yang haram dan disitulah pula kamu mempersiapkan diri untuk hari esok bersama yang halal. Atau untuk kematian yang baik. Nikah atau mati, keduanya adalah kebaikan bagi orang yang selalu memperbaiki diri setiap saat.
Sibuklah berkarya, belajar, bermajlis mengkaji ilmu agama dan banyak hal lainnya. Jadilah jomblo yang aktif dengan berbagai kegiatan yang bermanfa’at bagi pribadi, masyarakat dan banyak orang.
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada seorang mukmin yang lemah, dan masing-masing berada dalam kebaikan. Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah.” (HR. Muslim)
Jangan sering menyendiri dan mengurung diri, karena syaithan akan datang menghasut dan menghembuskan bisikan-bisikan supaya kamu melakukan ini dan itu, yang ahirnya kamu terjerumus pada lubang dosa. Seorang ulama berkata, “jika engkau tidak sibuk dengan kebaikan, maka pasti engkau akan disibukkan dengan keburukan.” Maka sering-seringlah berjama’ah, berkumpul dengan orang-orang shalih dalam aktifitas yang bermanfa’at dan membawa berkah.
فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّ الذِّئْبَ يَأْكُلُ الْقَاصِيَةَ
“Hendaklah kalian berjama’ah, sebab serigala itu memakan domba yang lepas dari kawanannya (yang sendirian).” (HR. Ahmad)
Jika memang sadar, bahwa diri belum siap menikah, maka kuatkanlah diri dari segala godaan, dari fitnah wanita yang merajalela. Jangan merelakan diri untuk menaruh hati pada siapapun jika dirimu belum siap untuk menikahinya.
Jadilah jomblo yang tak pernah mengenal cinta pada wanita kecuali setelah menikah dengannya. Sehingga pernikahan menjadi momen terindah bagimu dalam merayakan cinta bersama kekasih halal. Sakinah, mawaddah warhamah insyaallah. Jomblo Aktif. #Joss
Demikian, semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar