Hidup di zaman modern ini rasanya butuh banyak kesabaran, menahan diri dari hal-hal yang diharamkan, apalagi di usia yang beranjak dewasa dan mulai masuk fase pantas menikah. Hasrat ingin hidup berpasangan semakin hari semakin meningkat tajam, melirik ke kanan ke kiri sudah banyak kawan yang melangsungkan pernikahan. Sedangkan di sisi lain, entah kapan datangnya giliran seorang jomblo yang tengah terombang-ambing oleh ombak asmara yang tak kunjung bertepi menemukan pelabuhan pantai rumahtangga ini?!
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, berwasiat dengan wasiat nan agung, solusi diatas segala solusi bagi pemuda jomblo,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah memiliki kemampuan ba'ah, maka segeralah menikah. Karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum memiliki kemampuan, maka hendaklah berpuasa, karena puasa adalah tameng baginya." (HR.Bukhari-Muslim)
Banyak para pemuda yang lupa dengan wasiat ini, sudah memiliki kemampuan ba'ah yaitu kemampuan materi dan birahi, tetapi banyak mikir, menunda, menanti-nanti dan beralas-alasan. Sehingga ahirnya terjerumus dengan ikatan cinta yang tidak halal. Berpacaran ria dengan lawan jenis demi mengikis status jomblo di mata masyarakat. Padahal sejatinya ia sedang mempertontonkan dan mengumumkan dosa zina, tanpa merasa malu dan risih, wal'iyadzubillah.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ
"Setiap dosa umatku akan diampuni kecuali dosa para mujahirin (yaitu mereka yang melakukan dosa secara terang-terangan atau mengungkapkan dosa mereka kepada orang-orang)." (HR. Bukhari)
Maka lihatlah, betapa banyak kita mendapati orang-orang yang tidak malu lagi menampakkan dosa pacaran. Seenak maunya menggandeng lawan jenis bukan mahram, lalu dengan bangga berkata seraya mengumumkan 'ini pacar saya', atau memamerkan poto mesra di halayak seolah berkata 'kita berpacaran loh', lahaula wala quwata illa billah tak sadar ia sedang mengumumkan dosa zinanya sendiri. Yang seperti inilah dosa terang-terangan yang tidak akan diampuni kecuali orang yang dirahmati Allah subahanahu wa ta’ala dengan jalan taubat.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang sangat keji lagi suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra : 32)
Allah subhanahu wa ta'ala mewanti-wanti supaya kita jangan mendekati zina. Karena zina itu ibarat ranjau, sedikit saja kita mendekat dan menyentuh, duarr keimanan pun akan melebur dan hangus, tak tersisa lagi rasa malu. Padahal malu itu adalah bagian dari keimanan.
وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
"Dan rasa malu itu adalah bagian dari keimanan." (HR. Bukhari-Muslim)
Maka memperbanyak puasa sunnah adalah solusi terbaik jika memang diri belum menemukan tambatan hati yang pas untuk dijadikan partner sejati dalam mengarungi bahtera rumahtangga.
Dan dengan puasa, insyaallah jiwa akan menjadi kuat dan kejomblowan pun menjadi ladang pahala dalam rangka memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang matang untuk melangkah ke pelaminan. Jomblo shalih, jadilah seperti itu. Bismillah. #Joss
Demikian, semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar