Wanita yang menutup aurat dengan sempurna secara syar'i, mungkin tidak banyak lelaki yang meminati. Karena dianggap ketinggalan zaman dan kuno. Tapi sungguh itu lebih baik dan lebih mulia di sisiNya, daripada wanita yang sengaja membuka auratnya hanya untuk mendapat perhatian atau sanjungan para lelaki. Maka sungguh, itu sangat buruk, sama halnya mengobral dan memurahkan harga diri.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya;
1. Sekelompok kaum yang memegang cemeti (cambuk) seperti ekor sapi, kemudian dengan cemeti tersebut mereka memukuli sekelompok manusia.
2. Sekelompok wanita yang berpakaian tapi telanjang (terlihat lekuk tubuhnya), yang jalannya langgak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak pula mencium wanginya, padahal wanginya tersebut dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.” (HR. Muslim)
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
“Dan hendaklah wanita-wanita mu’minah menutupkan kain kerudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya).” (QS. An Nur : 31)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Wahai Nabi! Kabarkanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri kaum mukminin, “Hendaklah mereka memanjangkan jilbab mereka. Yang demikian itu supaya mereka dapat lebih dikenali (sebagai wanita muslimah) dan supaya tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab : 59)
Demikian, semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar