Materi sering menjadi kendala utama bagi seorang
jomblo saat hendak melangkah ke pelaminan. Tapi ingatlah selalu bahwa agama
tidak pernah mempersulit dalam masalah itu. Menikah hanya butuh sepasang
mempelai laki-laki dan wanita, 2 saksi, wali dari wanita dan mahar. Ya hanya
itu saja, sesederhana itu.
أَيُّمَا
امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا
بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ
“Siapa saja wanita yang menikah tanpa izin walinya,
maka nikahnya batil, nikahnya batil, nikahnya batil.” (HR. Tirmidzi, dengan derajat shahih menurut Al Albani))
لَا نِكَاحَ إِلَّا
بِوَلِيٍّ وَشَاهِدَيْ عَدْلٍ
“Tidak ada
pernikahan kecuali dengan dihadiri wali dan 2 saksi yang adil.” (HR. Baihaqi, dengan derajat shahih menurut Al albani)
Adapun walimah, maka ala kadarnya saja sebatas
kemampuan yang ada. Tidak perlu berpikir panjang dan pusing memikirkan biaya
lebih, ingin tampil wah dan mewah. Seorang sahabat bernama ‘Abdurrahman
ibn ‘Auf radiyallahu ‘anhu menikah dengan seorang wanita dengan mahar emas
sebesar dan seberat biji kurma, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
أَوْلِمْ
وَلَوْ بِشَاةٍ
“Adakanlah walimah walau hanya dengan seekor kambing.”
(HR. Bukhari)
Mahar pun beragam, boleh berupa hafalan dari
Al-Qur'an, atau sesuatu yang murah meriah dan mudah. Itu tidak masalah, yang
penting sang wanita ridho dan rela. Dan itulah sebaik-baik wanita yang
dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala.
أَعْظَمُ
النِّسَاءِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُنَّ مَئُونَةً
“Wanita yang paling besar berkahnya adalah yang paling
ringan maharnya.” (HR. Ahmad, dengan derajat dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth)
Seorang sahabat pernah meminta kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam supaya dinikahkan dengan seorang wanita, kemudian beliau
bersabda,
“Pergilah, cari mahar walau hanya sebuah cincin dari
besi.”
Ia pun pergi, kemudian kembali dengan tidak membawa
apa-apa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya,
“Apakah ada sesuatu yang kamu hafal dari Al-Qur’an?”
“Ya,” jawabnya.
Ahirnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pun
bersabda,
اذْهَبْ
فَقَدْ مَلَّكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ
“Pergilah, sungguh aku telah menikahkanmu dengannya,
dengan hafalan Al Qur’anmu sebagai maharnya.” (HR. Bukhari)
Dan ingat, bahwa penting juga memilih mertua yang
mengerti dan paham agama. Karena insyaallah jika calon mertua bagus agamanya,
maka tak ada kesulitan untuk menghalalkan anak wanitanya. Tapi sadar diri juga,
bahwa anda harus memiliki kekayaan diri berupa pribadi religius dan berakhlak.
Maka majulah, jangan takut dan minder. Walau tak ada emas di genggam tangan,
tapi ada iman di lubuk hati yang paling dalam. Dan Allah subhanahu wa ta'ala tidak
akan pernah mengecewakan hambaNya yang beriman dan bertakwa.
إِنَّهُ
مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar, maka
sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha orang-orang yang berbuat
kebaikan.” (QS. Yusuf : 90)
Lihatlah bagaimana utusanNya memberikan rekemondasi
siapa lelaki yang pantas dijadikan menantu, maka jadilah seperti ini,
إِذَا
أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ
فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ
"Jika datang kepadamu (wahai orangtua wanita)
seorang lelaki yang kamu sukai akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah ia (dengan
puterimu). Jika tidak, maka akan timbul fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang besar." (HR. Ibnu Majah, dengan derajat hasan menurut Al Albani)
Masyaallah... begitu agungnya pribadi seorang lelaki
yang memiliki agama dan akhlak, sampai-sampai ada kewaspadaan timbulnya fitnah
dan kerusakan jika kehadirannya ditolak untuk menjadi menantu.
Maka persiapkanlah diri menjadi pribadi nun agung
tersebut. Sehingga boleh jadi, tak perlu kau bersusah-payah mencari, justru
akan datang dengan sendirinya bidadari yang selama ini kau rindui. Sungguh
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, memudahkan urusan hamba-hambaNya yang
bertakwa.
Dikisahkan, bahwa pernah ada seorang lelaki datang ke
rumah wanita yang ingin dinikahinya. Disana, ia berjumpa dengan bapak wanita
tersebut. Lama berbincang mengenai ini dan itu, sampai ahirnya terdengar suara
kumandang adzan, “Allaahu akbar! Allaahu akbar!”
Si bapak bergumam di dalam hatinya, “disinilah
keputusan untukmu wahai anak muda, bagaimanakah responmu terhadap panggilan
Tuhanmu? Jika engkau setia terhadap Tuhanmu, tentu engkau akan setia pula
terhadap wanita yang kau halalkan dengan kalimatNya.”
Subhanallah.. ternyata lelaki tersebut benar-benar
seorang lelaki shalih. Ia beranjak dari tempat duduknya seraya berkata, “maaf
pak, sudah adzan, sebaiknya kita berjama’ah dulu di Masjid.” Mendengar itu, tak
terasa bulir-bulir air mata berjatuhan di pipi si bapak, ia terharu dan
teringat dengan sabda manusia terbaik yang menjadi teladannya shallallahu
‘alaihi wa sallam, "jika datang kepadamu (wahai orangtua wanita) seorang
lelaki yang kamu sukai akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah ia (dengan
puterimu). Jika tidak, maka akan timbul fitnah dan kerusakan yang besar."
(HR. Ibnu Majah,
dengan derajat hasan menurut Al Albani)
Ahirnya si bapak menikahkan puterinya dengan lelaki
shalih tersebut. Maka sungguh beruntung dan suatu kemuliaan bagi siapa saja
lelaki yang ketika melamar, ia diterima bukan karena rupanya, bukan pula
hartanya dan bukan pula jabatannya, tetapi ia diterima karena agamanya.
ثَلَاثَةٌ
حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ : وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ
“3 golongan yang pasti ditolong oleh Allah;
diantaranya adalah seseorang yang menikah karena ingin menjaga
kehormatannya.” (HR. Tirmidzi, dengan derajat hasan menurut Al Albani)
وَمَنْ
يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ
مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka
Allah jadikan baginya jalan keluar (untuk setiap urusan), dan memberinya rizki
dari arah yang tidak diduga-duga, dan barangsiapa yang bertawakkal kepada
Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya." (QS. Ath Thalaq : 2-3)
Masyaallah.. Masyaallah.. Allahu akbar! Diberi
kemudahan, diberi rizki dan dicukupi. Mau?! Maka bertakwalah! jadi pribadi yang
beragama kuat dan berakhlak mulia. Kamu. Ya, kamu. Bismillah. Jomblo Mahal. #Joss
Demikian, semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.