Selasa, 02 Februari 2021

Mulia Meski Jadi Bawahan

 


Menjadi bawahan memang kurang menyenangkan, sering diperintah begini-begitu. Tapi disitulah kita belajar mengerti dan memahami bahwa memang benarlah apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wata’ala,

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

"Apakah mereka yang mebagi-bagikan rahmat Rabbmu?. (justru) Kami-lah yang menentukan (bekal) penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami meninggikan sebagian mereka diatas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. Az Zukhruf : 32)

Dont be sad!

Meski pun kita menjadi bawahan dalam bidang pekerjaan, setidaknya kita bisa menjadi orang yang tingkatnya berada diatas dalam bidang ibadah dan amal-amal kebaikan.

Dalam bekerja, kita tidak dinilai dari kedudukan kita sebagai apa? Tapi dinilai dari seberapa jujurkah kita mengemban amanah pekerjaan kita.

Tetaplah patuhi atasan selagi tidak dalam kemaksiatan. Dan jadilah orang yang bertakwa dimana pun berada. Sesungguhnya kemuliaan itu akan selalu menyertai orang-orang yang bertakwa.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Wahai manusia! sesungguhnya Kami telah menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti." (QS. Al Hujurat : 13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar